Selasa, 19 September 2017

{EN/ID} BUKU INI BUAT AKU PENGEN KE MALANG!


HAI, AKU STEFFI! :D Kali ini, aku buat artikel yang beda. Aku review buku. Artikel ini review buku pertamaku. Singkatnya, buku ini buat aku pengen ke Malang, soalnya deskripsinya bagus dan detil sih. Setting-nya itu loh! Selain itu, buku ini juga mempunyai pesan yang bagus: hidup tuh nggak selalu sesuai dengan rencana dan kita nggak perlu komplain sama Tuhan ketika itu terjadi. Ikuti aja arusnya!

Pertama, aku akan mengenalkan kalian dengan buku ini. Ngasih tau kalian identitas singkatnya. Kelebihan dan kekurangannya (supaya tidak berkesan hanya cerita bagusnya saja). Nggak hanya itu aja. Yang membuat artikel ini beda, aku akan ngasih quotes dari buku ini yang kalian mungkin bisa relate dan jawab book question tag pilihanku.

Book Photos (foto buku)

Cover depan

Cover belakang

Pembatas buku


Book Identity (identitas buku)

Title: Remorse
Writer: Mustika N. Amalia
Publisher: BHUANA SASTRA
Pages: 275
Language: Bahasa
Rate: ☆☆☆☆

Judul: Remorse
Pengarang: Mustika N. Amalia
Penerbit: BHUANA SASTRA
Halaman: 275
Bahasa: Bahasa Indonesia
Nilai: ☆☆☆☆

Strength (kelebihan)

- Quotation on the novel cover (back side) is wise and interesting.

Kutipan di balik cover novel bijak dan menarik.

"If you're asked to choose white or red rose, which one do you choose?"
"Jika disuruh memilih antara mawar putih atau merah, kamu pilih yang mana?"
"White," answered Tiara steadily without a doubt. "Because the flame of red rose is only for a while. It's possible the petal color that is flaming red would be faded and dried. While white, even though it's faded, it'll stay white. I want love that the flame is not only for a while... (Mustika N. Amalia, 2017)
 "Putih," jawab Tiara mantap tanpa ragu. "Karena mawar merah baranya hanya sesaat. Bisa saja mahkotanya yang merah membara, warnanya akan memudar, dan mengering. Sementara putih, meski pudar, dia akan tetap berwarna putih. Aku ingin cinta yang baranya tidak hanya sesaat... (Mustika N. Amalia, 2017)

- The cover is simple and interesting to me. I think people who like simplicity would like this. Besides that, the point is on the front cover, it says:

Cover-nya sederhana dan menarik buat aku. Aku pikir teman-teman yang suka kesederhanaan bakal suka buku ini. Selain itu, point-nya ada pada cover depan buku ini yang bertuliskan:

Remorse
 /ri'môrs/
deep regret for mistake which one has done in the past. (Mustika N. Amalia, 2017)
Remorse
/ri'môrs/
penyesalan mendalam atas kesalahan yang dilakukan di masa lampau. (Mustika N. Amalia, 2017)

The writing on the front cover gives the idea that this book might be about past. The front cover made me curious and turn back the book and see the quote behind.

Tulisan pada cover depan ini dapat memberi gagasan bahwa buku ini mungkin tentang masa lalu. Cover depan ini membuat aku penasaran dan membalik buku dan melihat kutipan di belakangnya.

- There's bookmark. The writer is being understanding -knows that readers need bookmark later on.

Ada pembatas bukunya. Kakaknya yang nulis buku ngerti aja kalau nantinya butuh pembatas buku.



- Tourism place description with Tiara's point of view is good so I can imagine how beautiful it is.

Deskripsi tempat wisata dengan point of view Tiara bagus sehingga aku bisa membayangkan seindah apa tempat wisatanya.

Not so far from T-junction, they finally arrived at savanna field, Tengger Semeru Tourism District. Among the huge savannas, there is an open-green-hill. The green is fresh as if it's covered by grass carpet. There's no tree which grows on the hill, only a few pines... (Mustika N. Amalia, 2017, Page 194)
Tidak jauh dari pertigaan, mereka akhirnya sampai di padang sabana kawasan wisata Tengger Semeru. Di antara luasnya padang sabana, terdapat bukit-bukit hijau membentang. Warna hijaunya segar seolah berlapiskan permadani rumput. Tak ada pepohonan yang tumbuh di atas bukit, hanya satu dua cemara... (Mustika N. Amalia, 2017, Halaman 194)


Imagine! Tiara and Elang, they both are doing deep talk at T hill. How romantic!

Bayangkan! Tiara dan Elang berdua di bukit T melakukan deep talk. Romantisnya!

- Description of Elang is also good so I can imagine how boy with wounds of the past looks like.

Deskripsi tokoh Elangnya juga bagus sehingga aku bisa membayangkan cowok dengan luka masa lalu itu seperti apa.

Then, I immediately did what she asked me to do. When I was about to line up for Student Orientation Opening Ceremony, suddenly, my eyes were staring at a figure. I recognized him since seeing tragic accident that night. He was lined up next to me. He who always exists in my every dreams whenever I close my eyes. The figure of a tall boy with short hair. Thick eyebrows and sad eyes. He stood up limply without interest. I had glanced the name tag he was wearing; it said Elang Anggara. My thin smile turned into joyful wide smile, for getting an important information. His name's Elang. 
(Mustika N. Amalia, 2017, Page 41)
Akupun segera menuruti perintahnya. Di sela persiapan berbaris untuk upacara pembukaan MOS, mataku tiba-tiba terpaku pada satu sosok. Aku mengenalinya sejak melihat kecelakaan tragis malam itu. Dia berbaris tepat di sebelahku. Dia yang selalu hadir di setiap mimpiku setiap kali aku memejamkan mata. Sosok cowok bertubuh tinggi menjulang dengan rambut cepak. Beralis tebal dan bermata sayu. Dia berdiri lemas, tanpa minat. Sempat kulirik tanda pengenal yang dia kenakan bertuliskan Elang Anggara. Senyum tipisku mengembang bahagia karena mengetahui satu informasi penting. Namanya adalah Elang. (Mustika N. Amalia, 2017, Halaman 41)
Like this?

Seperti ini, Kak?

Thick eyebrows and sad eyes.

Beralis tebal dan bermata sayu.

Weakness (kekurangan)

- What's on character's mind is not in quotation so it's confusing whether it's real or just on her mind.

Isi pikiran tidak dalam kutipan sehingga membingungkan apakah ini bicara sungguhan atau hanya di dalam pikiran.

In cold and dense night, also splashing rain, the girl's lips were moving to mention Elang's name without a sound. Also, reciting a prayer on mind, on her last breath. God, at least, give me a chance to confess my feeling to him. (Mustika N. Amalia, 2017, Page 8)
Dalam dingin dan pekatnya malam, serta guyuran rintik hujan, bibir gadis itu bergerak menyebut nama Elang tanpa suara. Juga doa yang dia lantunkan dalam hati di sisa napas terakhirnya. Tuhan, setidaknya beri aku kesempatan untuk mengungkapkan rasaku kepadanya. (Mustika N. Amalia, 2017, Halaman 8)

Suggestion:
Next time, give comma and quotation to the sentence that contains thoughts so it's clear.

Saran:
Lain kali, kalimat yang merupakan isi pikiran diberi tanda koma dan kutip sehingga jelas.

- The words "ke mana" should be one, 'cause there's no adverb of time after it.

Kata-kata "ke mana" seharusnya dijadikan satu, karena tidak ada keterangan tempat di belakangnya.

His grandma, who saw his strange behavior of her grandson, dared to ask, "Where are you going?" (Mustika N. Amalia, 2017, Page 48)
Neneknya yang melihat tingkah aneh cucunya itu memberanikan diri bertanya. "Mau ke mana?" (Mustika N. Amalia, 2017, Halaman 48)

Saran:
Lain kali, jika menulis buku, kata-kata "ke mana" dijadikan satu.

Quotes (kutipan)

"...to me, even though you're imperfect, but you're created as beautiful as the shine of pearl, like your name." -Rion

"...bagiku, meski kamu terlahir tak sempurna, tapi kamu tercipta seindah kilau mutiara, seperti namamu." -Rion

"Why would you blame it on destiny? Isn't life screenplay that is planned by God has no flaw?" -Tiara

"Kenapa harus menyalahkan takdir? Bukankah skenario kehidupan yang diatur Tuhan itu tiada cacat?" -Tiara

"Your world will not fall apart just because of your unrequited love." -Rion

"Duniamu tak akan runtuh hanya karena cintamu bertepuk sebelah tangan." -Rion

Be like flowers
Which even though silent
Yet spread the beauty
It is not my choice to be born imperfect
Yet it's my way of life
-Tiara

Jadilah seperti bunga
Yang meskipun diam
Namun menebar keindahannya
Bukan pilihanku terlahir tak sempurna
Namun inilah jalan hidupku
-Tiara

Book Question Tag (pertanyaan seputar buku)

1. What is your favorite genre (apa genre favoritmu)?
(definitely) travel, DIY, classic and modern literature, comedy books. I love the last book I mentioned the most.

(pastinya) buku travel, DIY, literatur klasik dan modern, komedi. Aku paling suka yang terakhir. Hahahhahahahah.

2. What is your favorite character (siapa karakter favoritmu)?
Mutiara from the book, Remorse. She's so wise and beautiful inside and out.

Mutiara dari buku Remorse. Dia bijak dan cantik luar dalam sih.

3. Have you ever belonged to a book club (pernah join komunitas buku)?
Not yet. Do let me know, if you know. I'd love to discuss and read more books with you guys.

Belum. Kasih tau aku, kalau kalian tau. Aku pengen ngobrolin dan baca lebih banyak buku sama kalian.

4. What is the funniest book you have ever read (buku paling lucu apa yang kamu baca)?
My Stupid Boss. Seriously, nothing can beat rl comedy like this. I bought a few series of MSB. MSB 3 and 4.

My Stupid Boss. Benaran, nggak ada yang bisa ngalahin komedi kisah nyata kaya gini. Aku beli beberapa seri MSB. MSB 3 dan 4.

5. Who's your favorite author (siapa penulis favoritmu)?
Raditya Dika, Ernest Prakasa, Arief Muhamad, Stephenie Meyer, Mustika N. Amalia. Kak Mustika, I'm waiting for your upcoming book.

Raditya Dika, Ernest Prakasa, Arief Muhamad, Stephenie Meyer, Mustika N. Amalia. Kak Mustika, aku tunggu loh buku barunya.

Question of the day: recommend me your favorite book! :)

Pertanyaan hari ini: rekomen aku buku favorit kalian dong!  :)

*English translation for this post hasn't been finished yet. The translation will be updated later.

Thank you for reading!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for visiting this site!